Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Kamis, 02 Maret 2023 | 07:23 WIB
Pelajar dianiaya diduga karena menolak pesta miras. Korban meninggal dunia setelah dipaksa menenggak miras oplosan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Korban bernama Achmad dipukuli karena enggan meminum minuman keras yang sudah diracik. Video itu, kata Ridwan diambil sebelum mereka minum.

"Yang merekam diam-diam adalah salah satu korban yang sudah meninggal dunia. Jadi, kejadiannya sebelum mereka minum," ungkap Ridwan.

Ia pun meminta agar pihak keluarga menyerahkan dan memprcayakan kasus ini ke polisi. Kata Ridwan, pelaku sempat dirawat di rumah sakit sehingga belum bisa diambil keterangannya.

"Perkara kemarin itu bukan tidak ditangani, kondisinya (pelaku) masuk rumah sakit. Belum bisa diperiksa, tapi sudah kita jaga terus di rumah sakit," ungkapnya.

Baca Juga: Fakta-fakta 3 Pelajar Tewas Dianiaya-Dicekoki Miras Di Makassar, Polda Tepis Pelaku Anak Polisi

Sebelumnya, Rahmawati, orang tua korban dari Achmad Alif berharap kasus ini bisa diusut tuntas. Dari informasi yang ia dapatkan, pelaku punya kerabat polisi sehingga sulit diproses.

Informasi tersebut didapat Rachmawati dari teman-teman korban. Namun pelaku AF sendiri disebut bukan teman Achmad.

"Teman-temannya bilang, bapaknya (pelaku) polisi. Kalau pelaku di video itu memang bukan temannya anakku. Katanya mahasiswa," ujarnya.

Rahmawati pun berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. Menurutnya, tingkah AF sangat menyakitkan bagi pihak keluarga korban.

"Semoga dihukum seberat-beratnya karena perbuatannya sadis sekali. Di video anakku sudah minta maaf tapi tetap dipukul sampai meninggal dunia. Saya mau pulihkan nama baik anakku, dia bukan peminum," ujar Rahmawati.

Baca Juga: Pelaku Belum Ditemukan! Berikut Kronologis 3 Pelajar Makassar Tewas Setelah Meminum Alkohol Kadar 96%

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More