SuaraSulsel.id - Polres Muna, Sulawesi Tenggara, menerjunkan 48 personel guna mengamankan proses autopsi jenazah Amis Ando (45) yang meninggal usai ditahan di dalam sel Polres tersebut.
Wakil Kepala Polres Muna Kompol Anggi Siahaan di Muna, Sabtu (7/6/2022), mengatakan puluhan personel yang disiagakan untuk mengamankan sekaligus mendukung proses autopsi almarhum Amis.
"Selain mengamankan, personel kepolisian mendukung proses dan jalannya autopsi," kata Anggi.
Puluhan personel Polres Muna telah berada di kawasan Tempat Pemakaman Umum atau TPU Warangga di Kabupaten Muna, tempat dimakamkan jenazah Amis Ando.
Selain pihak kepolisian dari jajaran Polres Muna, keluarga dan kerabat almarhum Amis Ando juga mendatangi lokasi tempat dimakamkan almarhum.
Terlihat makam Amis Ando telah didirikan tenda dan pagar pembatas agar proses autopsi berjalan lancar. Almarhum merupakan warga Jalan Kancil, Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna.
Amis meninggal dunia Rabu (04/05) saat hendak dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD dr LM Baharuddin oleh anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Muna. Almarhum diduga meninggal dalam perjalanan dari Polres ke RSUD sekitar pukul 08.30 Wita.
Amis diamankan Satreskrim Polres Muna pada Selasa (3/5) sekitar pukul 20.00 Wita atas dugaan kasus pengancaman.
Autopsi dilakukan karena pihak keluarga menduga ada kejanggalan atas kematian almarhum Amis, sehingga meminta Polres Muna dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab meninggalnya almarhum. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Andi Sudirman Gaungkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu
-
Unhas Kirim Tim Medis dan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke NTT