SuaraSulsel.id - Coto Makassar menjadi hidangan khas Lebaran yang tak lengkap jika tak ada dalam daftar menu santapan untuk keluarga. Coto Makassar selalu dihidangkan di perayaan penting warga Makassar.
Inilah salah satu makanan tradisional di Indonesia yang menambah keragaman budaya.
Coto Makassar misalnya tidak hanya dijajakan di pinggir jalan dibeberapa sudut-sudut kota Makassar, namun menjadi istimewa saat beberapa artis hingga pejabat punya menu khas seperti Coto Makassar.
Presiden RI Indonesia Joko Widodo sendiri suka dengan kuliner khas Makassar ini, pada silaturahmi bersama Kabinet Kerja di Istana Negara Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019 hidangan Coto menjadi salah satu menu untuk pejabat negara.
Di tahun yang sama orang nomor 1 di Indonesia ini juga saat berkunjung ke Makassar, ia mencicipi Coto menu dari olahan daging sapi lokal tersebut bersama dengan kuliner lainnya seperti sanggara'bambang (pisang goreng).
Coto Makassar biasanya dihidangkan dengan semangkuk kuah daging kecil dengan paduan rempah-rempah khas ini. Mampu membuat orang ingin mencicipi dari aromanya yang khas.
Perlu diketahui jika Coto Makassar berbahan dasar daging sapi dan jeroan. Cara pembuatannya kuliner ini menggunakan segudang rempah sehingga menghasilkan makanan bercita rasa tinggi.
Ada berbagai jenis bumbu lokal yang digunakan seperti kacang, lengkuas, serai, jahe, daun salam, ketumbar, dan lainnya. Sehingga menghasilkan cita rasa yang nikmat.
Tak lengkap jika di momen lebaran ini Coto Makassar dipadukan dengan Ketupat. Bahkan lebih lengkap lagi dibarengi dengan sambal khas Coto Makassar.(KabarMakassar)
Berita Terkait
-
Kopi Kiwa: Menyesap Sensasi Kopi Premium di Pinggir Jalan GOR Kota Jambi
-
Sambal Tumpang: Eksekusi Yin dan Yang dalam Proses Mengolah Tempe Bosoknya
-
Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!
-
Gaya Hidup dan Pengalaman Bersantap Jadi Kunci, Industri Kuliner Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh
-
Lebih dari Sekadar Nasi Sisa, Sego Karak Adalah Simbol Kehangatan Masa Lalu
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Unhas Ungkap Riwayat Akademik Siti Zahra, Dokter Internship Ditemukan Tewas di Kalibata City
-
Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu