SuaraSulsel.id - Twitter Inc mengumumkan telah menutup sementara akun milik anggota dewan perwakilan rakyat Amerika Serikat dari partai Republik, Marjorie Taylor Greene. Terkait cuitan yang melanggar kebijakan misinformasi COVID-19 platform media sosial itu.
Greene mengunggah cuitan yang menyebut bahwa virus corona tidak berbahaya bagi mereka yang tidak obesitas dan berusia di bawah 65 tahun.
Dia juga mengatakan bahwa organisasi-organisasi seharusnya tidak memaksakan vaksin dan masker yang “tidak disetujui FDA (badan pengawas makan dan obat-obatan AS). Cuitan-cuitan tersebut dianggap “menyesatkan” oleh platform tersebut.
Amerika Serikat menggunakan vaksin buatan Pfizer Inc, Moderna Inc, dan Johnson & Johnson di bawah izin penggunaan darurat dari FDA. Semua vaksin itu belum disetujui sepenuhnya, namun berbagai studi telah membuktikan efektivitas vaksin-vaksin itu.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden sebelumnya telah menyerukan agar perusahaan-perusahaan media sosial mengambil tindakan terkait misinformasi vaksin.
“Kami mengambil langkah penegakan terhadap akun @mtgreenee terkait pelanggaran Peraturan Twitter, terutama kebijakan informasi menyesatkan COVID-19,” kata seorang juru bicara Twitter dalam pernyataan melalui e-mail.
Akun Greene akan tetap terkunci selama 12 jam, menurut Twitter. Pemblokiran dilakukan Senin 19 Juli 2021.
Dalam sebuah pernyataan melalui Facebook Live, Greene mengatakan bahwa dia telah terkunci sementara dari Twitter dan menyalahkan pemerintahan Biden atas upaya untuk mengontrol kebebasan berpendapat.
“Ingatlah, pekan lalu sekretaris pers kita mengatakan bahwa Gedung Putih berupaya untuk menghentikan penyebaran (misinformasi) karena mereka ingin lebih hati-hati dan mereka ingin tetap memegang kendali terkait informasi yang dibagikan tentang COVID-19 dan vaksin, bukankah itu mengkhawatirkan?” kata Greene.
Baca Juga: Update, Twitter Tambahkan Teks ke Tweet Suara
Perwakilan dari partai Republik itu telah dihujani kritik sebelumnya atas komentar terkait pandemi. Pada Juni, dia meminta maaf usai membandingkan kewajiban memakai masker dan vaksinasi di masa COVID-19 dengan kejadian Holocaust yang menewaskan 6 juta orang Yahudi.
Pada Januari, Twitter mengunci akun Greene usai ia berdebat dengan pejabat pemilihan negara bagian terkait tuduhan penipuan pemilih. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi
-
Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
-
Dosen Menangis Berujung Pengeroyokan Brutal di Fakultas Teknik Untad