SuaraSulsel.id - Peringatan hari lahir atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-398 Kota Manado dilaksanakan lewat Paripurna DPRD Kota Manado, Rabu (14/7/2021).
Mengutip BeritaManado.com -- jaringan Suara.com, Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey saat memimpin sidang paripurna menjabarkan secara singkat. Momentum pengambilan tanggal, bulan, dan tahun ditetapkannya hari lahir Kota Manado.
“Pertama, tanggal 14 diambil dari peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, di mana putra daerah ini bangkit dan menentang penjajahan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ungkap Aaltje Dondokambey.
Peristiwa kedua, sambung Dondokambey, kemudian bulan Juli yang diambil dari unsur yuridis.
“Yaitu Bulan Juli 1919, yaitu munculnya Besluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan,” Jelasnya.
Dan terkait tahun, tambah politisi PDIP ini, tahun 1623 yang diambil dari unsur historis.
“Yaitu tahun di mana Kota Manado dikenal dan digunakan dalam surat-surat resmi,” katanya.
Dari ketiga peristiwa penting tersebut, Dondokambey menyebutkan ditetapkanlah 14 Juli 1623 sebagai hari lahir Kota Manado.
“Dari momentum itu, marilah kita jadikan sebagai momentum pemberian pengharagaan kepada jasa pahlawan dan para mantan pemimpin Kota Manado yang telah meletakkan dasar perjuangan tanpa pamrih,” tutupnya.
Baca Juga: BKMG Jelaskan Penyebab Air Laut Masuk Kawasan Bisnis Kota Manado Hari Ini
Diketahui, pelaksanaan paripurna DPRD Kota Manado dalam rangka HUT ke-398 Kota Manado digelar dengan menerapkan protokiler kesehatan.
Perayaan ulang tahun bertema “Manado Maju Sejahtera” tersebut menghadirkan Wali Kota Andrei Angouw sebagai inspektur upacara dan Camat Mapanget Robert Dauhan sebagai komandan upacara.
Mengingat masih dalam penanganan Covid-19, pelaksanaan upacara pun digelar terbatas dengan peserta upacara yang hadir dibagi menjadi 2, yaitu luring (hadir di lapangan) dan daring atau mengikuti lewat zoom meeting.
“Atas nama Pemerintah kota Manado, pribadi dan keluarga mengucapkan selamat HUT ke-398 untuk Kota Manado. Saya mengajak kita semua selalu mengingat eksistensi kita sebagai kota Manado dan bagian dari negara NKRI,” ujar Andrei.
Lanjut Andrei, Kota Manado harus selalu dijaga dan dimaksimalkan pembangunannya demi menuju Manado yang maju dan sejahtera.
“Juga menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini kita harus menghadapi bersama-sama dengan gotong royong. Kita punya prinsip “Sitou Timou Tumou Tou” yang artinya “Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Orang Lain”. Mari kita terapkan itu,” kata Andrei.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa