"Yang sesuai dengan tuntunan dan sunah nabi karena sekarang ini sangat relevan. Apalagi ramadhan, jadi tentu saja konten-konten dakwah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Dan bagaimana pengarahannya dari aspek ajaran islam," ujar Ghalib.
Karena belum diketahui di mana lokasi dan siapa jemaah yang melakukan salat sambil bermain game tersebut, Ghalib meminta agar para mubalig dapat menghadapi masalah itu dengan kepala dingin.
"Tidak bijak kalau hanya memaki-maki melalui media sosial. Jadi bagaimana penyimpangan-penyimpangan itu dihadapi secara santun. Artinya mubalig juga harus mengendalikan emosi dan tidak secara emosional menghadapi masalah itu. Jadi harus dicari solusinya secara santun untuk menyampaikan islam dengan cara yang santun agar mereka menyadari bahwa apa yang dilakukan itu tidak benar dan tidak boleh main-main dengan ajaran islam," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Gara-gara Asap, 1.070 Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Gagal Terbang
-
Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu
-
Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun
-
Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri
-
Bahtiar Baharuddin Bantah Cawe-cawe Proyek Bibit Nanas Rp52,4 Miliar